Eksistensi Diri, Syukurilah

| August 4, 2011

Bisa jadi keberadaan, kekayaan, pendidikan dan segalanya dari kita sama dengan yang dimiliki orang lain. Tapi yang membedakan hanyalah kemampuan kita mensyukuri.

Apapun yang selalu kita rasakan kurang, akan selalu kurang. Dan apapun yang kita syukuri, pasti akan selalu bermakna dan berasa lebih.

The Point Is How To Appreciate Our Live. Semuanya akan terasa lebih bahagia. Semoga kita semua dapat mensyukuri hidup kita. Keep Alive :)

Kata kunci pencarian untuk artikel ini:

Tags: ,

Category: Opini

About uphy81: Blogger Palu yang Online sendiri, tidak tergabung dalam komunitas apapun. Suka menulis apapun yang mau ditulis. Apapun yang menguntungkan, selama tidak merugikan orang lain, pasti diikuti, direview, dan dikasi tau ke orang lain supaya bisa ikut untung juga. Salam kenal untuk pembaca setia.. Dimanapun Anda berada View author profile.

Comments (9)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. makeityourring diamond engagement rings says:

    ya lupa kalau boleh tukeran link yuk boss.salam kenal aja

  2. makeityourring diamond engagement rings says:

    Apapun keadaan kita, kita adalah mahluk terunik dan spesial yang diciptakan allah Tuhan semesta alam.karena manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekuranganya masing-masing.makanya bersyukurlah wahai saudaraku

  3. obat herbal asam urat says:

    memang benar.
    salam kenal dan semoga sukses.

  4. Obat herbal gagal ginjal says:

    setuju sekali gan dengan artikel ini, semoga kita selalu bisa mensyukuri nikmat yang telah di berikan oleh allah,

  5. obat alami says:

    aku sangat bersyukur dalam kehidupanku ini.
    maju teruuusss.
    artikelnya okee.

  6. hasan says:

    Kemiskina hakiki adalah ketika kita tak pernah merasa puas terhadap yang kita punya, tak peduli berapa jumlahnya. Kekayaan adalah ketika kita puas dan bersyukur terhadap apa yang ada pada diri kita, atk peduli seberapa sedikit yang kita miliki.

  7. Agus Siswoyo says:

    Dalam falsafah Jawa, sawang sinawang itu hal yang lumrah. Susah senang tak lebih dari pengolahan batin menanggapi satu peristiwa.