Archive for the ‘Syair/Puisi’ Category
Sama sekali tidak untuk jauh melayangkan hati, mengarahkan jiwa menurut detak jam dan hilir musim menjauhimu….. Rengkuhlah semua sayap itu jika akan menjauhkan cinta darimu. Karena cinta akan bengis, layak malam kejam merengkuh siang.
Dan bukankah hati mulia membuka gerbang menyambut Cinta? Bukankah malam diikat siang dan semesta sombong bertabur bintang? Kuatkan hatimu menahan sekecup ciuman, menabur rindu demi masa silam yang dibekap sejarah. Cinta kan bersujud menyembah padamu…. haru menuai takzim, sayang membelai jiwamu…
Besarkan rindumu, kekasihku….. sungguh…. tersenyumlah… kupatahkan seluruh sendiku, hingga sakit, perih berteriak!!! Tapi aku tidak akan menjerit sampai aku disembah angin yang tersenyum untuk melihat cintamu.
Kata pencarian yang digunakan untuk artikel ini:
Dan ketahuilah bahwa cinta tidak sekali pun pernah berniat memisahkan kita…. tidak sama sekali……
Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan.
Setiap detak jiwaku selalu ada dalam nafasmu, itu terpahat jelas….. Sulit dipungkiri… Tubuh kita mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Tubuh ini dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…
adapted from Khalil Gibran

