Archive for the ‘Pendidikan’ Category
Si Doktor berceramah “Elearning bukan hanya berupa sebuah situs yang menyediakan fasilitas belajar berupa kursus ataupun ujian online (moodle, atutor, etc.), tapi semua pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik itu disebut elearning. Dan facebook dapat dijadikan sebagai salah satu media”. Mahasiswa bertanya sambil ngantuk “Facebook? Apa bisa?”. Doktor menjawab “Sure, tergantung pasar”.
Masuk akal juga, facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki fitur interaktif. Fitur ini sangat diperlukan dalam dunia pendidikan. Walaupun tidak lengkap, tidak mustahil jika facebook dapat dijadikan media dalam pendidikan.
Sejauh ini, facebook merupakan situs jejaring sosial yang paling digandrungi oleh netter dalam berkomunikasi, dapat diliihat dari angka Alexa Rank nya yang hanya satu digit. Siswa dan guru juga termasuk user yang tidak sedikit. Sehingga, sangat memungkinkan jika pendidikan “disusupkan” dalam bagian komunikasi. Tergantung guru dan siswa itu sendiri dalam mengemasnya.
So, tertarik mengembangkan ide disini?
Kata pencarian yang digunakan untuk artikel ini:
Memasuki Tahun Ajaran Baru, sekolah mulai diramaikan lagi dengan Penerimaan Calon Siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Nah, seperti halnya Penerimaan CPNS, penerimaan ini sangat rentan dengan kecurangan dalam prosesnya. Mulai dari penerimaan berkas siswa sampai pada proses seleksi. (Ada yang protes dengan pernyataan ini ? - Kemunduran
Kata pencarian yang digunakan untuk artikel ini:
- Banyaknya kecurangan yang terjadi pada saat Penerimaan Siswa Baru
- penerimaan siswa
- mengirim credit facebook ke teman
- mempercepat idm
- makalah komputerisasi penerimaan siswa baru
- makalah kejujuran
- makalah Banyaknya kecurangan yang terjadi pada saat Penerimaan Siswa Baru
- kemunduran dunia pendidikan
- Cara menandai teman lewat foto
- penerimaan siswa baru lewat jendela
Beberapa tahun belakangan, setiap daerah mendirikan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional. Fenomena ini wajar, karena semua menginginkan perkembangan dalam pendidikan di daerahnya. Tapi apakah ini merupakan kebutuhan? Terlepas dari semua sarana dan prasarana yang disiapkan untuk itu, muncul beberapa pertanyaan yang bermunculan dari masyarakat ….
Latah?
Yup, yang terjadi sekarang adalah setiap daerah latah dengan kata “Internasional” tanpa memikirkan inti dari kata tersebut. Tujuan didirikannya sekolah tersebut sebenarnya bukan untuk gagah-gagahan atau sekedar mencari gengsi sekolah. Sekolah yang masih Standar Nasional bahkan di bawah Standar Nasional pun ingin menjadi Rintisan Bertaraf Internasional tanpa memikirkan tanggung jawab yang sangat berat dengan predikat tersebut.
Kata pencarian yang digunakan untuk artikel ini:
- artikel pendidikan rsbi
- RSBI pendidikan
- kualitas pendidikan RSBI
- cara mencari sandi facebook yang lupa
- artikel tentang RSBI
- pendidikan rsbi
- kualitas RSBI
- cache:hyoaEx_mdmAJ:uvebana com/rsbi-pendidikan-kualitas-atau-gengsi pendidikan rsbi
- pendidikan kualitas internasional
- perkembangan sekolah bertaraf internasional
Ketika seorang guru waib untuk memenuhi 24 jam tatap muka per minggu, ia hanya akan terpaku dengan pemenuhan kewajiban yang harus ia lakoni. Tentunya, teknik yang digunakan umumnya menggunakan teknik lama. Sulit dipungkiri, dan sulit dibantah.
Kapan seorang guru mampu melahirkan ide segar dalam mengajar dan mendidik? Apakah guru memiliki waktu untuk berinovasi?
Mengapa tenaga pengajar di lingkungan perguruan tinggi (dosen) lebih banyak melahirkan ide-ide cemerlang dalam setiap penelitian? Jawabannya adalah, karena mereka memiliki waktu, dan mereka wajib untuk melakukan penelitian. Nah, itu yang disebut professional.
Hitungannya seperti ini … Read the rest of this entry »
Kata pencarian yang digunakan untuk artikel ini:
Seperti yang telah kita ketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pemberian tunjangan profesi kepada guru yang telah telah dianggap layak sebagai guru professional.
Tentu saja ini kabar gembira bagi guru-guru di Indonesia. Karena guru mendapatkan tunjangan yang besarnya sama dengan gaji pokok yang dimiliki oleh guru sekarang. Yang menjadi kendala adalah, selain persyaratan yang berbelit-belit, guru juga mendapatkan beban mengajar sebanyak 24 jam di depan kelas.
Ada yang menganggap syarat mendapatkan tunjangan profesi ini wajar, ada pula yang menganggap ini keterlaluan. Tergantung dari tanggapan personalnya.Bebagai tanggapan muncul dari kalangan guru sendiri sebagai orang yang terjun langsung di lapangan pendidikan.
