Tak Ingin Repot Bikin Dodol? Sasa Santan Kelapa Solusinya

Hasil gambar untuk dodol palembang

Beberapa bulan lalu kakak saya yang tinggal di Palembang datang dengan oleh-oleh dodol khas. Rasanya benar-benar legit, manis, dan gurih yang pas di lidah. Dua loyang yang dibawa, sebagian besar saya yang habiskan. Saya sempat mengira kalau dodol ini dibuat dengan campuran Sasa Santan Kelapa yang praktis dan gurih.

Tapi kakak bilang, kalau semua proses pembuatan dibuat secara manual. Termasuk 7 butir kelapa. Saya sempat melongo, karena untuk sebutir kelapa saja, saya harus mengurut lengan setelah selesai memarutnya. Saya pun penasaran untuk mencoba resep tersebut tapi menggunakan santan instan produk Sasa sebagai gantinya.

Pikir saya, toh santan Sasa juga dibuat dari kelapa tua berkualitas sehingga aroma dan rasanya sama segarnya dengan kelapa yang langsung diperas. Berbekal resep andalah dari kakak dengan kombinasi resep praktis dari internet, saya pun mencoba mengikuti setiap step by step pembuatannya.

Bahan yang diperlukan yaitu 5 bungkus bubuk agar-agar warna putih, 1 bungkus kecil bubuk coklat, 3 bungkus Sasa Santan Kelapa yang dibuat menjadi 9 gelas santan cair, 1 kaleng SKM (susu kental manis), 150 gram gula, 1 sdt garam. Pertimbangan lainnya dari pemilihan santan produk Sasa adalah karena kandungannya yang tanpa pengawet.

Ketiadaan pengawet bukan berarti membuat kue atau makanan dan minuman yang diolah bersamanya akan cepat basi. Bahkan justru lebih awet, karena penggunaan santan yang berkualitas baik membuat makanan atau minuman lebih tahan lama daripada santan yang kualitasnya kurang baik dan berpengawet.

Langkah pertama pembuatan dodol Palembang yaitu menyiapkan wadah untuk mencampur coklat, susu, dan agar-agar sambil diaduk sampai tidak ada gumpalan sama sekali. Selanjutnya saya memanaskan santan di atas panci lalu memasukkan campuran ketiga bahan tadi. Saya terus mengaduk sampai mengental dan mendidih agar santan tidak pecah.

Setelah kompor dimatikan, saya tetap terus mengaduk. Ternyata melelahkan juga mengaduk adonan yang sudah mengental. Saya memang sudah diwanti-wanti kakak supaya terus mengaduk adonan dodol yang sudah matang untuk menghilangkan uapnya. Setelah mendingin/uap hilang, baru dituang ke loyang atau cetakan sambil menunggunya mengeras.

Sampai di sini, taraaa … Dodol pun jadi. Saya sempat was-was hasilnya tidak enak karena saya memang tidak mencicipinya beberapa saat setelah matang. Dengan mengucap basmalah, saya pun mencoba potongan pertama, dan hasilnya … hmmm, yummie.

Ini salah satu hal yang membuat rasa dodol buatan saya lebih enak daripada beli.

Rasanya tidak jauh beda dengan dodol buatan kakak saya. Meski kalau diranking, dodol buatan kakak saya tetap menduduki peringkat 1. Entah karena saya yang taat mengikuti resep dengan baik atau karena santan instan produk Sasa yang sudah matang dan siap pakai memiliki kualitas baik, dodol pertama buatan saya bisa jadi enak begitu.

Saya pun mengabari kakak saya yang sudah kembali ke Palembang, kalau dengan santan merek Sasa, saya bisa membuat dodol Palembang yang rasanya tidak jauh beda dengan buatannya. Kakak saya sempat tidak percaya, sampai akhirnya dengan anjuran saya, kakak mencobanya juga.

Selesai mencoba, kakak menghubungi saya dan mengabarkan berita baik, bahwa kakak juga berhasil membuat dodol campuran santan Sasa yang sama enaknya dengan dodol yang diberi campuran santan segar hasil memarut dan memeras sendiri. Saya juga memberitahu kalau santan Sasa cocok untuk segala jenis masakan, makanan, dan minuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *