Hukum Qurban Idul Adha DIlihat dari Kemampuan Umat

Sebagai umat Islam, pasti tahu mengenai perayaan Hari Raya Idul Adha berupa penyembelihan hewan qurban. Kegiatan penyembelihan hewan qurban dilaksanakan setelah sholat Idul Adha. Ada banyak pendapat dari para ulama dan ahli agama tentang hukum qurban Idul Adha yang sesuai dengan perintah Allah SWT. Sebelum membahas mengenai hukum ber-qurban, mari pahami bersama apa saja kelebihan dari kegiatan qurban di Hari Raya Idul Adha. Bukan sekadar untuk berbagi rezeki kepada sesama, tetapi banyak kelebihan lainnya yang bisa didapatkan dari mengikuti kegiatan penyembelihan hewan Idul Adha. Apa saja? Pertama, menyembelih hewan qurban dengan niat yang baik dan karena memang ingin menjalankan perintah agama, bisa mengurangi amalan buruk.

Sebagai mahluk ciptaan Allah SWT, kita pasti melakukan amalan buruk baik disengaja atau pun tidak, mengikuti qurban akan membantu menutupi amalan-amalan buruk tersebut. Ditambah jumlah tabungan pahala kita ikut bertambah. Kelebihan lainnya, dengan melakukan qurban di Hari Raya Idul Adha, kita berarti menanamkan jiwa solidaritas serta memngencangkan ikatan tali persaudaraan atau silahturahmi seperti tujuan dalam hukum qurban Idul Adha semestinya. Selanjutnya kelebihan dari mengikuti qurban ialah mampu membangun kesadaran bahwa banyak orang lain yang hidup pas-pasan dan serba kekurangan, sehingga kita wajib membantunya. Perayaan Idul Adha juga menjadi wujud dari rasa syukur atas rezeki yang diberi oleh Alllah SWT kepada kita.

Lalu, bagaimana dengan hukum qurban Idul Adha dan apakah sama dengan aqiqah? Nah, banyak dari kita yang masih salah menganggap menyembelih hewan qurban saat Idul Adha bisa sambil melakukan aqiqah. Keduanya berbeda dan dilaksanakan dalam waktu yang berbeda pula. Makna pelaksanaannya pun berbeda. Jadi, bila ada dari Anda yang pernah melakukan qurban dengan niat aqiqah, lebih baik mengulangi lagi kegiatan aqiqah di lain waktu. Kemudian, bagaimana bila hukum berkurban dilihat dari batas kemampuan seseorang? Apakah wajib bagi semua umat Islam atau hanya diperuntukan bagi mereka yang memiliki rezeki lebih? Kembali ke pendapat para ulama dan ahli.

Ada yang berpendapat hukumnya wajib, ada yang sunnah. Tetapi bila melihat dari perintah Allah SWT, hukum berkurban pada Hari Raya Idul Adha adalah wajib bagi mereka yang mampu dan memiliki rezeki lebih, serta sunnah bagi yang tidak mampu. Itu artinya, tidak hanya dilihat dari kemampuan saja, karena Allah SWT mencintai umat-Nya yang mau mengorbankan rezekinya untuk menjalankan ibadah. Jadi Anda yang menganggap diri Anda bukan lah kaum mampu, namun ingin melakukan qurban, tetap saja bisa. Semua tergantung pada niat masing-masing. Untuk informasi lebih lengkap tentang hukum qurban Idul Adha dan harga hewan qurban atau jasa berkurban kunjungi Global Qurban di globalqurban.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *